Marketing atau Produksi?

Marketing atau Produksi?

Salah satu mentor pernah bilang ke saya, lebih baik sebagai UKM memilih salah satu, mau produksi atau marketing. Karena hal tersebut tidak bisa dikerjakan bersamaan untuk awal usaha. Pebisnis start up banyak yang harus diurus, tidak hanya produksi atau marketing saja, keuangan, SDM, atau bahkan harus menyapu, ngepel pun harus dikerjakan olehnya.

Kadang UKM seperti kita ini, bingung antara produksi dan marketing di dalam bisnisnya. Mereka ingin semuanya padahal kemampuan terbatas. Mereka harus memikirkan produksi, dan juga marketingya. Banyak UKM yang produknya sebenarnya bagus atau enak, namun packaging-nya kurang. Ada juga yang sebaliknya, packaging-nya bagus, tapi produknya kurang oke.

Salah satu mentor pernah bilang ke saya, lebih baik sebagai UKM memilih salah satu, mau produksi atau marketing. Karena hal tersebut tidak bisa dikerjakan bersamaan untuk awal usaha. Pebisnis start up banyak yang harus diurus, tidak hanya produksi atau marketing saja, keuangan, SDM, atau bahkan harus menyapu, ngepel pun harus dikerjakan olehnya.

Tuhan itu adil, memberikan kemampuan kepada ummatnya merata. Ada yang jago marketing, namun tidak jago produksi, dan sebaliknya. Coba lihat negara jiran di atas kita, Singapore dan Malaysia. Mereka adalah negara yang tidak bisa produksi tapi bisa marketing. Bahkan minyak dari negeri kita dijual lagi ke negara kita tercinta ini. Pernah suatu waktu saya membantu rekan yang memproduksi kripik singkong dan diekspor ke Malaysia. Dari Malaysia, mereka mengemas ulang lalu dijual di dalam negeri mereka, dan bahkan ke Eropa. Saya pernah travel ke Malaysia dan Singapore, dan mendatangi toko yang cukup besar yang menjual coklat-coklat, setelah saya search di google tidak ada satupun produksi coklat dari kedua negara tersebut, dan kemana mereka mengambil coklat tersebut? Anda tahu kan jawabannya? Ya dari Indonesia. Itulah mengapa mereka cukup kaya dengan hanya menjadi marketing saja.

Namun bukan berarti kita harus menjadi seorang marketing, karena seperti yang saya utarakan di atas tadi, Tuhan itu adil. Jika teman-teman jago dalam hal produksi, maka serahkan penjualan ke ahlinya, dan begitupun sebaliknya. Nanti setelah cash flow lancar, lalu jika modal sudah siap, boleh kita menjadi keduanya. Karena hal tersebut sangat erat kaitannya dengan masalah modal. Terlebih dari itu, kita harus memperkuat akar kita, yaitu keuangan kita.

Jadi anda mau memilih yang mana? produksi atau marketing? atau dua duanya?

Aditya Hayu Wicaksono
Direktur Keuangan TDA 3.0
@adithw


Other articles