6 Tips Bagaimana Menjual dalam Waktu yang Lebih Cepat

Setiap orang baik sebagai penjual, marketer atau manager memiliki kesulitan untuk memanfaatkan waktu. Sebagai penjual tentu kita ingin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menghasilkan penjualan setinggi-tingginya.

Berikut ini ada 6 tips yang dikutip dari Entrepreneur.com, bagaimana menjual lebih  banyak dalam waktu yang lebih singkat.

1. Buat langkah pertama

Ada pendapat bahwa semakin cepat kita melakukan pendekatan terhadap seorang prospek, maka semakin cepat kita bisa mengkonversikannya menjadi pelanggan. Oleh karena itu, bila kita melihat ada prospek hari itu, secepatnya kita harus melakukan tindakan untuk melakukan follow up terhadap prospek tersebut.

Kita harus mengukur tingkat keterlibatan prospek tersebut terhadap produk yang kita jual. Misalkan bila kita bisnis online, sudahkah prospek  tersebut melakukan sign up pada website kita? Atau apakah prospek tersebut telah melihat laman produk dan harga yang kita tawarkan?

Kita juga harus mengetahui bagaimana prospek tersebut mengakses laman produk kita? Sehingga saat menghubungi prospek tersebut, kita harus beritahukan ke prospek tersebut kita tahu dirinya darimana.

Jadi saat menghubungi prospek tersebut kita memiliki alasan yang masuk akal dan tepat, sehingga komunikasi yang kita lakukan lebih bermakna bagi prospek.

2. Jangan menjual pada orang yang belum siap menjadi pembeli

Jangan melakukan pendekatan pada orang yang belum siap menjadi pembeli. Kita bisa menilai orang-orang yang berniat untuk membeli dan mana orang yang hanya sekedar melihat-lihat produk kita. Jika kita merasa orang tersebut belum memiliki niat untuk membeli maka masukan dia ke dalam daftar marketing. Bila suatu saat nanti ia memiliki keinginan untuk membeli maka bisa kita follow up di lain waktu.

3. Memanfaatkan waktu terbaik prospek

Biasanya menghubungi seorang prospek setelah jam 5 sore sering disebut tidak pantas, dan menghubungi di bawah jam 9 pagi itu tidak sopan. Jadi waktu yang paling tepat menghubungi prospek yang paling tepat adalah jam 09.00 – 17.00.

Saat pertama kali menghubungi prospek kita bisa menggali informasi kira-kira waktu terbaik yang nyaman bagi prospek itu jam berapa? Bila telah mengetahui waktu yang tepat, maka kita bisa menghubungi lagi diwaktu tersebut, tentunya dampaknya akan lebih besar untuk mengkonversi dia menjadi leads bahkan pembeli.

Jadwalkan panggilan yang waktunya nyaman bagi prospek. Bila kita menghubungi prospek pada jam yang tepat, prospek pasti menghargai kita. Sehingga kita bisa mulai sharing dengan prospek sebelum melakukan closing.

4. Membuat pemeringkatan (kualifikasi) terhadap leads

Hanya karena orang memberikan data kontaknya tidak berarti dia seorang leads yang qualified. Hati-hati sebelum kita melakukan follow up. Melakukan follow up terhadap setiap kesempatan tanpa melakukan pemeringkatan (mengkualifikasi) leads bisa jadi akan membuang-buang waktu saja.

Gunakan metode BANT dan buat daftar pertanyaan untuk diri kita sendiri sebagai penjual:
•    Budget: Apakah lead memiliki cukup uang untuk membeli produk kita?
•    Auhority: Apakah lead ini memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan untuk melakukan pembelian?
•    Need: Apakah lead ini memang memerlukan produk kita atau dia memiliki masalah yang bisa diatasi oleh produk kita?
•    Timeline: Apakah saat ini waktu yang tepat bagi lead untuk melakukan pembelian?

Buat pertanyaan lain untuk melakukan kualifikasi apakah leads tersebut layak untuk di-follow up.

5. Membuat rencana untuk besok

Kita tidak mungkin melakukan closing tanpa melakukan follow up. Oleh karena itu follow up merupakan kegiatan rutin harian yang harus dilakukan. Maka diperlukan perencanaan di awal, saat memulai kerja di pagi hari buat daftar leads yang perlu dihubungi (follow up) hari ini dan apa yang akan kita katakan.

Dengan melakukan perencanaan dan penjadwalan dalam melakukan follow up, kita telah mengeliminasi kesemrawutan data leads dan apa saja yang telah kita follow up ke masing-masing leads. Menjadi penting saat kita menghubungi leads untuk mencatat apa yang telah kita diskusikan dengan leads, sehingga akan mencegah pembahasan yang berulang pada saat menghubungi lagi.

6. Membuat hubungan yang lebih personal dengan leads

Kita harus mengupayakan untuk  membuat hubungan kita dengan leads lebih personal atau sebagai teman. Tetapi kita tidak boleh terlalu memaksakan terhadap leads. Kita haru mencoba berkomunikasi dengan leads mengenai hobi atau keluarga dengan suasana yang lebih akrab sebelum masuk ke diskusi mengenai bisnis.

Hubungan di awal mungkin lebih formal dan profesional tapi seiring berjalannya waktu kita harus membuat hubungan yang lebih sebagai pertemanan.


Other articles